Sepi Pun Menari di Tepi Hari

Dapat juga buku cerpen pilihan kompas tahun 2004. Aku pernah dikasih tahun 99 dan sekilas selalu membaca tiap tahunnnya dan aku berencana untuk melengkapi koleksiku. Tentu saja agak aneh karena dimulai dari tahun 2004 hehe. Judul buku ini diambil dari judul cerpen terbaik di tahun 2004. Siapa dia? coba tebak……..
Aku sendiri sudah menjagokan cerpen ini waktu pertama kali membaca di koran kompas, aku kagum dengan pengarangnya, cerpennya berkisah ttg pasangan suami istri dengan latar budaya yang berbeda, ngga cuma budaya sich mungkin juga hobi, pemikiran, selera dan sebagainya. Permasalahan pun terjadi, cerpen sendiri ditulis dalam bahasa dua “aku”, bagus sekali. Mungkin ini juga versi mars dan venus, kalau tidak ada keinginan untuk duduk bersama saling terbuka dengan pendapat masing2 tentu selalu ada jalan yang dapat diusahakan toh. Sang cerpenis sekarang mudah2an sekarang udah sembuh, selamat berkarya Bang Radar Panca Dahana

Leave a Reply